Tapi disinilah kami sekarang, dalam sebuah rumah kontrakan kecil yang juga jadi tempat usaha saya mengais rejekiNya. Hidup sederhana, terkadang kekurangan, tapi kami...... bahagia....
Saya tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Jika ada orang bijak mengatakan, "Kehidupan Baru Dimulai Saat Usia 40 Tahun", tapi bagi saya, saya merasa kehidupan saya benar2 baru dimulai saat ini. Belum, usia saya belum ada 40. Tapi saya merasa hidup saya lebih hidup, hati membuncah penuh syukur, dan lebih ridha dengan segala skenarioNya. Saya merasa berbeda dari saya dua tahun yang lalu. Saya tak lagi orang yang sama, yang masih terengah-engah berlari-lari mengejar dunia yang fana. Ya, saya merasa menemukan jati diri saya...
Seperti kata Gus Candra Malik, : "Dia yang telah menemukan jati dirinya tidak akan menunjukkan identitasnya lagi. Melenyap dalam senyap. Memburai dalam ramai." Dan dari semua yang sudah terjadi, semua yang sudah berlalu, pada hakekatnya semua bermuara menujuMu.
Disini saya merasa mendapat les privat langsung dari Allah. Segala kejadian, segala pertanyaan yang saya ajukan jika saya masih susah mencerna pelajaran, semua langsung dijawabNya.
Sebagai contoh, sebuah kejadian disuatu sore ketika saya kehilangan laptop saya lengkap dengan modem yang masih menancap, dengan aktifitas internet banking semua bank yang masih aktif terbuka, saat belum ada 3 bulan saya mendiami tempat ini. Sedih rasanya. Tapi pagi harinya, pelajaran di Al Qur'an yang saya baca setiap selesai subuh, sampai pada surat Al Hadid ayat 22...
"... Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. "
"... (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan bersedih terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri"
Kalo sudah begini, Tuhan kurang sayang apa sama saya? Apa lagi yang masih harus saya sedihkan?
Dan dari begitu banyak cobaan hidup yang Dia berikan, salah satu hal yang sangat saya syukuri adalah keberadaan anak perempuan saya, Airanissa. Bayi kecil saya yang 12 hari yang lalu genap berusia 10 th....
Ditempat ini saya lalui hari-hari bersamanya. Kami tertawa bersama, menangis, berbagi cerita, marahan, baikan, berantem, bercanda. Kadang kami bertengkar untuk hal2 kecil. Kadang kami berantem untuk hal-hal yang sepele. Kadang kami tertawa terpingkal2 untuk sesuatu yang mungkin orang lain tidak tau lucunya dimana. Kadang kami menangis saat mengingat laki2 yang selama ini menjadi bagian hidup kami, memilih pergi meninggalkan kami dan menjadikan orang lain bagian dari hidupnya. Kemudian kami akan saling berpelukan, saling menguatkan....
Kepada Aira, maafkan kedua orang tuamu, jika kamu harus mengalami semua ini ya Nak.... Maafkan ibuk, karena ibuk belum bisa mengalahkan rasa sakit di hati ini sehingga Aira jadi jarang bisa bertemu ayah. Suatu saat Aira akan mengerti. Satu hal yang Aira harus yakini, ibuk disini berjuang melakukan apapun untuk Aira.....
Ibuk tak mengharap balasan apapun. Kelak jika kamu membaca tulisan ibuk ini, ibuk hanya berharap kamu menjadi anak sholehah yang takut sama Allah. Yang tidak meninggalkan sholat. Wanita yang menutup auratnya. Yang menjaga iman dan Islamnya sampai akhir hayatnya.
Jadilah wanita tangguh yang mandiri, yang tak tergantung siapapun. Jangan mencintai sesuatu atau seseorang berlebihan, melebihi cintamu pada Tuhan. Berhati-hatilah menjalani hidupmu, jangan salah dalam melangkah...
Aira...... Hidup ini indah, Nak...... Berkah dan kasih sayangNya terus menerus mengiringi setiap langkah dan tidak pernah berbatas. Tersenyum, berbahagia dan syukurilah hidupmu setiap detiknya.... Aira anak yang kuat! Ibuk sayaaaang banget sama Aira.
ditulis di meja belajar aira, senuko 19 april 2015, 23.30 wib










0 comments:
Post a Comment