Monday, June 15, 2015

Selamat tanggal 15 Juni. (I love the way You touch me and teach me Gusti)



aku,  sekitar dua  tahun yang lalu. berawal dari sehelai uban yang melintas dikepala, yang membuat diri ini bertanya-tanya. "Tuhan,-hatiku membatin waktu itu- sudah tumbuh sehelai rambut beda warna, tapi kenapa hidupku masih begini2 saja. Aku kadang tak menyadari telah menuju tua. Diri ini masih berlari-lari kepayahan mengejar dunia. Masih bangga sama harta. Masih bisa sombong seakan lupa bahwa besok bakal tiada. Aku sholat, aku beribadah, tapi seakan hanya sekedar rutinitas tanpa makna"...

dan Tuhan yang Maha Baik sama aku itupun berkenan mendengar suara batinku. lintasan pertanyaan itu hanya selang beberapa bulan sebelum sebuah kejadian besar yang merubah total hidupku. 15 Juni 2013... iya, tepat hari ini dua tahun yang lalu. pada suatu pagi yang tak terlupakan, ketika suara seorang wanita yang aku dengar lewat telpon, membuka mataku lebar2 tentang sebuah kebohongan  mengerikan. mengerikan? sangaattt! sampai hari inipun jika terlintas kejadian pagi itu, masih ada desiran aneh dan rasa sakit yang menghujam. seorang wanita yang mengaku sudah 6 tahun menjadi kekasih suamiku. aku yang semula menyangka hidupku baik2 saja, diberi hadiah "menakjubkan" sama Tuhan. sebuah kenyataan yang begitu menyakitkan. sebuah berita yang membuatku merasa hancur dan rasanya ingin mati saat itu....

Tuhan Maha Tau bagaimana hancurnya aku. hanya kekuatan doaku pada Tuhan, kasih sayang keluarga dan sahabat2 yang memberikan terus menerus supportnya yang membuatku bisa bangkit dan tak lelah berjuang. mungkin jika bukan kita sendiri yang mengalami kita tidak akan percaya kata2 bijak yang mengatakan ada hikmah dalam setiap kejadian. kalimat yang mungkin bagi orang lain terdengar klise, benar2 aku pahami maknanya. mencoba berjuang  bangkit dari keterpurukan, mengobati luka, mengambil begitu banyak hikmah dari pelajaran dan disinilah aku sekarang. bertahan hidup, lebih mandiri dan merasa lebih.... bahagia.

bahagia? ya.... aku merasa lebih dekat dengan Tuhan. aku merasa sedang diberi les privat tentang hakekat hidup dan keikhlasan. aku merasa setiap pertanyaan2ku langsung dijawabNya. kejadian itu adalah jawaban Tuhan atas kegusaranku. jawaban Tuhan atas semua kesedihan kami selama ini. dulu, setiap hari adalah rengekan agar dia menghabiskan waktunya bersama kami. tak terhitung berapa banyak malam kami menunggunya. setiap mendengar suara motor pada malam hari, kami bahagia karena menyangka dia kembali. dan kami harus kecewa ketika motor itu berlalu tanpa berhenti. iya, kami bahagia sekarang, kami tak harus lagi mengalami hari2 menyedihkan itu.... kami sudah terbiasanya menghabiskan waktu kami tanpa dia. dia yang tidak pernah ada saat kami membutuhkan. dia yang tak ada saat anakku sakit. dia yang memang tak pernah mencintai kami....

jika tidak ada kejadian waktu itu, saat ini aku pasti masih terlena. aku pasti masih menyangka hidupku baik2 saja. masih orang yang sama yang berlari-lari dalam dunia yang fana. masih berada dalam sebuah hubungan palsu tanpa makna yang tidak membesarkanku. hidup dengan orang yang memang tak pernah mencintai kita dari awalnya itu pasti sangat mengerikan. tak bisa membayangkan menghabiskan usia kita, menua bersama orang yang terpaksa ada bersama kita. pasti sebuah kebodohan dan hanya membuang2 waktu. kita berhak bahagia...

aku merasa bersyukur, merasa bahagia dengan caraNya membesarkanku. aku merasa bersyukur dengan caraNya menyentuhku.... I love the way You touch me and teach me Gusti..... sudah kuserahkan semua padaNya, yang Maha Adil yang akan membalaskan semua kesedihan kami. kami tak pernah meragukannya....

aku bersyukur dengan semua rasa sakit itu.  bahkan jika orang bisa terlahir kembali. aku tetap ingin menjadi diriku hari ini. dengan semua yang aku miliki. dan semua yang telah terjadi. aku juga sangat berterimakasih pada mereka. orang2 yang  ada saatku terpuruk yang sudah menguatkanku. orang2 yang membangkitkan kesadaranku bahwa aku bukan manusia kerdil yang tak berarti. yang membuka mataku akan arti berjuang, akan arti berani. aku juga berterimakasih kepada mereka, orang2 yang mengkhianati kepercayaanku. orang2 yang membuatku menjadi seperti sekarang ini....

semesta itu memang  ajaib. proses panjang perjalanan hidupku banyak mempertemukan aku dengan orang-orang yang mengajariku tentang arti hidup. menghadirkan orang-orang yang datang lalu pergi. ada yang singgah  hanya sebentar, hanya sementara kemudian pergi meninggalkan kenangan yang bingung mencari tuannya. aku yakin suatu saat semesta juga akan mempertemukan aku dengan orang yang akan menetap lama dan dengan rasa bahagia, menghabiskan masa tua kami bersama....

terimakasih untuk orang2 yang sudah mau singgah. tidak sedikit ilmu, pengetahuan, pengalaman yang bisa kuambil yang tidak akan pernah ada di ensiklopedi manapun. terimakasih sudah menorehkan cerita dalam proses panjang perjalanan hidupku. baik itu cerita sedih maupun cerita bahagia.... pada akhirnya nanti, tujuan akhir kita adalah kembali..... dengan membawa tanggunjawab diri atas apa yang sudah kita perbuat dan konsekuensi atas pilihan yang kita ambil. karena masing-masing dari kita adalah perbuatan, yang kelak, bahkan diam pun tetap dimintai pertanggungjawaban...

akhir kata, selamat menikmati proses hidup kita... semoga kita membijak....

0 comments: