Baru sekitar sepuluh menit setelah buka toko tadi ketika tiba-tiba, entah dari mana datangnya seorang perempuan tua menghampiri dan meminta saya membeli rambutannya yang hanya tersisa dua ikat.
Sebenarnya saya tidak begitu mengingingkannya, tapi entah karena iba atau apa, tiba2 saja tangan sudah merogoh dompet mengambil uang lima ribuan kemudian mengangsurkan kepada beliau.
Sambil menyerahkan satu ikat rambutannya, simbah itu bercerita tentang masa mudanya dulu, tentang hidup prihatin yang dijalaninya, tentang puasa mutih yang dilakoninya hingga kini dan kemudian memberi wejangan, "Nduk, golek rejeki kuwi senajan mung sithik sek penting halal. Bismillah, sesuk nggone dewe silir"...
Ah, saya merinding.... teringat tentang ayat dalam Al qur'an yang saya baca setiap pagi selesai subuh. Pagi tadi Bab yang saya baca sampai pada membahas tentang Hari Kiamat. Tentang golongan kanan dan golongan kiri.
Mereka yang mendapat golongan kanan, mendapat surga, dengan tempat sejuk, angin semilir, dipan2 indah bertahtakan emas dan permata, dua mata air, buah2an yang dapat dipetik dari dekat yang tidak ada habis2-nya..
Sedangkan golongan kiri, alangkah mengerikannya. Mereka dalam siksaan angin yang sangat panas dan air mendidih. Dan naungan asap yang hitam, yang tidak sejuk tidak pula menyenangkan.
Tiba-tiba saja merasa bahagia. merasa bersyukur... merasa mantap dengan pilihan saya dalam mencari rejeki. Meski hasilnya baru sedikit, yang penting halal dan bisa dipertanggungjawabkan kelak. Kadang Tuhan menyapa dan memberi tanda dengan banyak cara ya?
Jadi inget tulisan Ustadz Felix Siauw yang saya baca kemarin :
"Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan" (HR Baihaqi)
Saya tak tahu apakah saya pantas masuk surgaNya, mengingat diri yang bergelimang dosa. Saya hanya berusaha taat dan mempebaiki diri meski banyak kurang disana sini. Tumpukan dosa yang banyak ini semoga Dia mengampuninya, menghapuskan keburukan saya dan mengganti dengan kebaikan.

Tuhan mampukan saya, menghindari yang buruk mengambil yang baik. Karena saya tak pernah tahu amal baik mana yang membuat saya layak disebut sebagai "hamba bertakwa". Mampukan saya menjadi hambaMu yang taat, mematuhi perintahMu, menjauhi laranganMu. Berharap sebuah real estate di surga sana, Engkau siapkan untuk saya dan keluarga saya, dengan malaikat yang memberi salam dengan senyum hangatnya disetiap pintunya...
ditulis di meja kerjaku, Airanissa BUtik,
Senuko, 25 Febr 2015 10.30


0 comments:
Post a Comment