Monday, February 2, 2015

Bersatu Kita Teguh, Bercerai? Hidupku Lebih Bahagia...



Bukan..
Bukan karena arogan kalo saya menulis demikian. Bukan juga sebuah status palsu agar terlihat bahwa hidup saya bahagia. Untuk apa? Karena bahagia itu dihati, kita yang mengalami, kita yang menjalani. Saya percaya bahagia itu juga terpancar diwajah. Dan saya pikir, tak perlu di tuliskan dalam sebuah status di media sosial.

Kalo saya kemudian mensyukuri hari dimana dia meninggalkan kami, untuk hidup bersama dengan wanita yang dia puja melebihi Tuhan, anggaplah karena Gusti Allah menjawab doa-doa panjang saya.

Dulu....
Setiap kali kami berdebat dan berbeda pendapat tentang masalah agama. Atau setiap kali  kami bertengkar karena dia tidak mau menjalankan sholat, saya sering bertanya-tanya pada Tuhan. "Benarkah yang saya lakukan? Apa yang harus saya lakukan? Kelak bagaimana saya harus mempertanggungjawabkan di alam kemudian karena memilih suami dan ayah untuk anak2 saya, yang tidak bisa menjadi imam." Banyak sekali pertanyaan2 yang menganggu saya waktu itu.

Alih-alih menyuruh anak perempuan saya berhijab, salah satu alasan dia meninggalkan saya justru karena saya memutuskan menutup aurat.  Alih2 menjalankan sunah2nya, dia menjadikan nama nabi saya sebagai bahan candaan dengan lawakan "Muhammad Brambang"





0 comments: